Jumat, 01 Maret 2013

Ketika Tuhan Menciptakan Wanita

Sebuah tulisan yang menurut saya sangat luar biasa :") Sila dibaca, readers.. Dan jangan lupa ucapkan Alhamdulillah atas segala rasa syukurmu yang saat ini terhenti di batas lidah. Here we go! :D

direpost dari: http://kutipanuntukmu.blogspot.com/2013/02/ketika-tuhan-menciptakan-wanita.html


Ketika Tuhan Menciptakan Wanita



Ketika Tuhan menciptakan wanita, malaikat datang dan bertanya, “Mengapa begitu lama menciptakan wanita, Tuhan?”

Tuhan menjawab, “Sudahkah engkau melihat setiap detail yang saya ciptakan untuk wanita? Lihatlah dua tangannya mampu menjaga banyak anak pada saat bersamaan, punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan, dan semua itu hanya dengan dua tangan“.

Malaikat menjawab dan takjub, “Hanya dengan dua tangan? tidak mungkin!
Tuhan menjawab, “Tidakkah kau tahu, dia juga mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja 18 jam sehari“.

Malaikat mendekat dan mengamati wanita tersebut dan bertanya, “Tuhan, kenapa wanita terlihat begitu lelah dan rapuh seolah-olah terlalu banyak beban baginya?”
Tuhan menjawab, “Itu tidak seperti yang kau bayangkan, itu adalah air mata.”
“Untuk apa?“, tanya malaikat.

Tuhan melanjutkan, “Air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan, serta wanita ini mempunyai kekuatan mempesona laki-laki, ini hanya beberapa kemampuan yang dimiliki wanita. Dia dapat mengatasi beban lebih hebat dari laki-laki, dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri, dia mampu tersenyum saat hatinya menjerit, mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan. Dia berkorban demi orang yang dicintainya, dia mampu berdiri melawan ketidakadilan, dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang, dia girang dan bersorak saat kawannya tertawa bahagia, dia begitu bahagia mendengar suara kelahiran. Dia begitu bersedih mendengar berita kesakitan dan kematian, tapi dia mampu mengatasinya. Dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.”

“Cintanya tanpa syarat. Hanya ada satu yang kurang dari wanita, Dia sering lupa betapa berharganya dia.....” 

Senin, 18 Februari 2013

Tentangmu, Hana...


Al, sukses ya. Aku mencintaimu karena Allah..”
Saya baru selesai sholat maghrib ketika satu sms dari sahabat saya bernama Hana Maulida, atau yang kerap kali dipanggil Nana, masuk. Entah kenapa, atau mungkin karena suasana hati saya yang belakangan terlampau melankolis, saya seketika menitikkan air mata. Bahkan, ketika saya hendak mengaji air mata saya semakin tumpah, saya menangis. Padahal, baru tadi siang saya bertemu dengan Nana di sekolah sma dulu. Tetapi rasanya trenyuh ketika saya membaca ulang isi sms tersebut yang mungkin bagi Nana hanya guyonan saja, karena saya dan Nana baru beberapa hari yang lalu membiasakan kalimat “Aku mencintaimu karena Allah” ini, karena sebelumnya kami begitu asing dan kagok untuk saling berkata demikian.
Namun, seperti tersengat sesuatu (hal yang sama yang membuat saya menitikkan air mata) saya kemudian menyadari betapa Allah sayang sama saya. Saya memaknai benar isi sms sahabat saya tersebut. Kasih yang Beliau limpahkan tak hanya datang langsung begitu saja, melainkan juga tersalurkan lewat orang-orang di sekitar saya yang selama ini banyak menyemangati saya ketika saya sedang down. Seperti saat ini.. *duh, curcol* hehehe
Maka malam ini, saya ingin sedikit bercerita tentang sahabat saya yang satu ini.
Nana adalah salah satu orang yang sering jadi tempat pelarian saya ketika saya sedang banyak masalah. Kami berkenalan 3 tahun yang lalu di kelas akselerasi SMA 1 Karanganyar *oke, ini terlalu bertele-tele* Hahaha :D

Kamis, 31 Januari 2013

buat adik-adik SMA, fighting!

Malam ini saya sedikit ingin berbagi cerita saja. Mumpung tangan sedang gatel dan kali ini saya nggak akan curhat karena inshaAllah tulisan kali ini bermanfaat kok :) *hehe semoga yaaah*
Jadi selama kurang lebih 2 minggu ini libur usai UAS dan saya pulang ke kota asal, Surakarta (Karanganyar lebih tepatnya), Alhamdulillah liburan saya cukup produktif. Artinya, saya tidak berleha-leha dan nyantai-nyantai di rumah, bermalas-malasan tanpa gaweyan atau main nggak jelas karena gabut dengan teman. TIDAK! hohoho~ Saya diamanahi oleh rektorat IPB di bawah naungan organisasi mahasiswa daerah asal  (OMDA)Solo Raya untuk melakukan sosialisasi ke beberapa sekolah di Solo dan sekitarnya.
Dan disinilah cerita saya dimulai...

Senin, 28 Januari 2013

Tentang Jogja, Aku Bercerita

Jogja! Jogja! Tetap Istimewa
Istimewa Negrinya, Istimewa Orangnya
Jogja! Jogja! Tetap Istimewa
Jogja Istimewa untuk Indonesia

Rungokna iki gatra saka ngayogyakarta
Nagari paling penak rasane koyo swarga
Ora peduli donya dadi neraka
Neng kene tansah edi peni lan merdika
Tanah lahirkan Tahta, Tahta untuk Rakyat
Dimana Rajanya Bercermin di kalbu Rakyat
Demikianlah singgasana bermartabat
Berdiri kokoh tuk mengayomi rakyat
Memayu hayuning bawana
Saka jaman perjuangan nganthi merdika
Jogja istimewa bukan hanya daerahnya
Tapi juga karena orang-orangnya
Jogja istimewa untuk Indonesia
(Jogja Istimewa by Hip Hop Foundation)

Sekarang saya sedang berada di dalam bilik nomor 13 sebuah warnet ternama di Jogja, menunggu kopian film dan drama korea yang kurang lebih satu jam lagi kelar. Hahaha :D
Untuk membunuh waktu yang berjalan lambat, saya memutuskan untuk bercerita sedikit tentang kota Jogjakarta. Setelah beberapa ide bermunculan dalam perjalanan saya kemari tadi, rasanya tangan sudah gatak dan tahan untuk segara mencurahkan semua perasaan senang saya pada kota pendidikan ini.

Bagi saya, Jogja begitu istimewa :)

Jumat, 07 Desember 2012

What My Mother Taught Me (part 1)


What my mother taught me...
Yesterday my sister posted “What my father taught me” in her blog. And I just wondered what my mom taught me since I born till today I’m standing far away from her.
Mom.
An unbelievable person, like a superwoman. She is wonderful. She’s my everything, my reason why I’m here in Bogor, and her happiness is my future dream.
There were some conditions when I had a problems in my class, my friends got me so damn depressed and what my mom said to me when I cried was “be strong! Don’t be like this. Don’t be too much perceive unimportant people..”. She said it in a little harsh mode, haha :D but really, she taught me to be a strong girl. Crying is OK, but be mature.. I’m maybe still not 17 yet, but I don’t like being a crybaby.
Second, when adzan is heard, my mom always screams loudly from my living room “Nduk… Ayo sholat berjamaah….” And I’d be “Err, mom…” with this kind of emotion -_____- kekeke ^^ She taught me to pray together on time. And this is absolutely the power of islam: Jama’i (togetherness), right?

Minggu, 02 Desember 2012

guiltiness


Minggu, 2 Desember 2012
Jangan pernah ngecewain Teh Zamroh lagi, bikin Kak Vivi nangis lagi, bikin Febi sama Eci sesenggukan lagi, JANGAN :”)
Itu adalah janji yang aku tulis di dinding samping tempat tidurku baru semalem, dalam kondisi masih berlinang air mata, badan gemetar karena rasa bersalah. Padahal insiden yang semalem kejadian di astri itu sama sekali nggak ada sangkut pautnya sama aku, tapi entah kenapa ngeliat kak Vivi cerita di depan lobi sambil nangis bikin pertahananku ikut roboh. Aku nangis bahkan jauh lebih parah daripada kak Vivi sendiri.
Aku sampe lupa, kapan terakhir kali aku nangis sampe sesenggukan kaya gitu, sampe pusing kepala dan mata kerasa pedes banget bahkan sampe keesokan harinya mata sembab dan perut kerasa lapeeerrr banget. Dan ujung-ujungnya aku flu-pilek sekarang. Alhamdulillah :)